Syiahpedia
MENU

Ia adalah orang yang paling fakih di antara penduduk Madinah

[Imam Syafi’i]

***

Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib as (bahasa Arab: علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب) yang terkenal dengan sebutan Imam Sajjad dan Zainal Abidin adalah Imam Keempat Syiah (38-94 H/658-714 M). Ia menjadi imam selama 35 tahun. Ia hadir pada Peristiwa Karbala, akan tetapi ia tidak turut berperang karena sakit. Pasukan Umar bin Saad pascakesyahdian Imam Husain as membawanya ke Kufah dan Syam bersama rombongan tawanan Karbala. Pidato Imam Sajjad as di Syam menyebabkan masyarakat paham tentang kedudukan Ahlulbait.

Peristiwa Harrah, Kebangkitan Thawwabin (orang-orang yang taubat) dan Kebangkitan Mukhtar terjadi pada masa Imam Sajjad as. Kumpulan doa-doa dan munajat-munajatnya terbukukan dalam kitab Shahifah Sajjadiyah. Risalah al-Huquq yang merupakan panduan buku kecil mengenai tugas-tugas (takalif) para hamba di hadapan Tuhan dan makhluk adalah dinisbatkan kepadanya.

Menurut riwayat-riwayat Syiah, Imam Sajjad as mati syahid karena racun yang diberikan kepadanya atas perintah Walid bin Abdul Malik. Ia dimakamkan di komplek pekuburan Baqi di samping kubur Imam Hasan al-Mujtaba as, Imam Muhammad al-Baqir as dan Imam Ja’far al-Shadiq as.

Imam Sajjad as memiliki banyak keutamaan. Misalnya ibadah dan bantuannya kepada orang-orang fakir banyak dilaporkan. Di sisi Ahlusunnah, beliau juga memiliki kedudukan tinggi dan mereka menyanjung keilmuan, ibadah dan wara’nya.

شذرات من حياة الإمام السجاد عليه السلام ...6 من آثاره

Biografi

Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib as yang masyhur dengan Imam Sajjad as dan Imam Ali Zainal Abidin as adalah Imam Keempat Syiah dan putra dari Imam Husain as. Berdasarkan pendapat yang masyhur ia lahir pada tahun 38 H. Namun berdasarkan riwayat-riwayat lain, kelahiran imam keempat Syiah /diyakini terjadi sekitar tahun 36 atau 37 H[1] atau 48 H. Oleh karena itu, ia mengalami sebagian masa kehidupan Imam Ali as dan juga periode keimamahan Imam Hasan Mujtaba as dan Imam Husain as.[2] Terkait hari lahirnya Imam Sajjad as terjadi perbedaan pendapat. Sebagian peneliti menyebutkan hari Kamis 15 Jumadil Akhir sebagai hari lahirnya.[3] Arbili meyakini hari lahir beliau tanggal 5 Syakban.[4] Ada juga yang meyebutkan tanggal 9 Syakban.[5]

Nama dan nasab ibunya termasuk dari masalah-masalah yang kontroversial. Syaikh al-Mufid menyebutkan nama ibu Imam Sajjad as adalah Syahzanan putri Yazdgerd [6] dan Syaikh al-Shaduq meyakini bahwa ia adalah putri Yazdgerd, putra seorang raja Iran, yang meninggal dunia saat melahirkan.[7].

Julukan-julukan yang diberikan kepada Ali bin Husain as adalah Abu al-Hasan, Abu al-Husain, Abu Muhammad dan Abu Abdillah.[8] Sementara gelar-gelarnya adalah Zainal Abidin, Sayid al-Sajidin, Sajjad, Hasyimi, ‘Alawi, Madani, Qurasyi dan Ali Akbar.[9] Gelar lain yang diberikan kepadanya adalah Dzu al-Tsafinat, karena ia memiliki tanda di bagian tubuhnya yang sering dipakai sujud, hingga lututnya seperti lutut unta yang keras dan tebal sebagai akibat dari bekas ibadah dan salatnya yang banyak.[10] Imam Sajjad as pada zamannya terkenal dengan sebutan Ali al-Khair, Ali al-Ashgar dan Ali al-‘Abid.[11]

Tanggal kesyahidan Imam Sajjad as tidak diketahui secara detail. Sebagian peneliti meyakini terjadi pada tahun 94 H[12] dan yang lain menyakinya tahun 95 H.[13] Mengenai hari kesyahidannya pun terjadi perselisihan pendapat; misalnya hari Sabtu[14] 12 Muharram[15] dan 25 Muharram.[16] Laporan-lopran lain juga terlihat dalam beberapa sumber seperti tanggal 18, 19 dan 22 Muharram.[17]

Imam Sajjad as syahid diracuni atas perintah Walid bin Abdul Malik.[18] Ia dikuburkan di Pemakaman Baqi’ di samping makam Imam Hasan al-Mujtaba as,[19] Imam Muhammad al-Baqir as dan Imam Ja’far al-Shadiq as.

Anak dan Istri

Dalam sumber data sejarah disebutkan anak Imam Sajjad as berjumlah 15 orang (11 laki-laki dan 4 perempuan).[20] Nama-nama anak dan istrinya menurut Syaikh Mufid sebagai berikut:[21]

IsteriNasabAnak
Ummu Abdillahputri Imam Hasan asImam Muhammad al-Baqir as
Seorang BudakAbdullah, Hasan dan Husain Akbar
JidaSeorang BudakZaid dan Umar
Seorang BudakHusain Asghar, Abdurrahman dan Sulaiman
Seorang BudakAli dan Khadijah
Seorang BudakMuhammad Asghar

Imamah

Keimamahan Imam Sajjad as bermula dengan kesyahidan Imam Husain as pada peristiwa Asyura tahun 61 H/681 dan berlanjut hingga masa kesyahidannya, yakni tahun 94 atau 95 H.

Berdasarkan riwayat-riwayat yang tegas dalam sumber-sumber hadis Syiah, Imam Sajjad as merupakan pengganti dan washi Husain bin Ali as.[22] Dalam hadis-hadis yang dinukil dari Rasulullah saw tentang nama-nama para Imam Syiah, nama Imam Sajjad as juga disebutkan diantara nama-nama tersebut.[23] Para teolog Syiah seperti Syaikh al-Mufid menyakini bahwa keutamaan ilmu Imam Sajjad as atas orang lain setelah ayahnya merupakan dalil pertama atas keimamahannya.[24]

Para penguasa pada masa Imam Sajjad as antara lain adalah: Yazid bin Muawiyah (61-64 H/681-684), Abdullah bin Zubair (61-73 H/681-694), yang menjadi penguasa Mekah secara mandiri, Muawiyah bin Yazid (berkuasa hanya beberapa bulan pada tahun 64 H/684),Marwan bin Hakam (berkuasa sembilan bulan pada tahun 65 H/685), Abdul Malik bin Marwan (65-86 H/685-705), dan Walid bin Abdul Malik (86-96 H/705-715).[25]

الامام علي بن الحسين (السجاد ) درب من دروب العقيدة الاسلامية والفكر المجيد  | العتبة الحسينية المقدسة

Peristiwa Karbala dan Penawanan

Ketika terjadi Peristiwa Karbala dan pada hari ketika Imam Husain as dan para sahabatnya syahid, Imam Ali bin Husain as sedang sakit parah. Sehingga ketika para musuh hendak membunuhnya,[26] sebagian dari mereka berkata, “Cukuplah baginya dengan sakit yang dideritanya ini.”[27]

Kufah

Setelah Tragedi Karbala, seluruh keluarga Imam Husain as ditawan dan dibawa ke Kufah dan Syam. Ketika tawanan dibawa dari Karbala ke Kufah, leher Imam Sajjad as diberi belenggu dengan Jamah, yaitu semacam borgol yang mengunci dan mengikat tangan serta leher secara bersamaan. Karena sakit dan tidak bisa menjaga dirinya di atas punggung unta, kedua kaki Imam Sajjad as diikatkan ke perut unta.[28]

Sebagian sejarawan mengatakan Imam Sajjad as membacakan sebuah khutbah di Kufah. Namun, karena keadaan Kufah dan pengekangan serta ketidakramahan para prajurit pemerintah yang berkuasa, juga rasa takut penduduk Kufah terhadap mereka dan sikap tidak bersahabat, maka khutbah yang penuh informasi itu sulit diterima. Selain itu, disebutkan bahwa isi khutbah yang disampaikannya sama dengan khutbahnya di masjid Damaskus. Oleh karena itu, dengan bergulirnya masa ada kemungkinan para periwayat mencampuradukkan kejadian-kajadian tersebut[29]

Ibnu Ziyad memenjarakan Imam Sajjad as dan para tawanan Karbala. Dia mengirim surat ke Syam dan meminta perintah Yazid selanjutnya. Yazid membalas suratnya supaya para tawanan dan kepala para syuhada Karbala dibawa ke Syam. Ibnu Ziyad merantai Imam Sajjad as dan memasang belenggu di lehernya. Para tawanan Karbala pun dibawa ke Syam dengan pengawalan Muhaffar bin Tsa’labah.[30]

Syam

Imam Sajjad as memberikan khutbah di masjid Syam. Ia memperkenalkan dirinya, ayahnya dan kakeknya kepada masyarakat Syam. Ia juga mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Yazid dan orang-orangnya adalah tidak benar. Ayahnya bukanlah orag asing, dan ia tidak hendak menyerang orang Islam serta menyebarkan fitnah di negeri Islam. Ia bangkit untuk kebenaran dan atas undangan umat dengan menghilangkan bid’ah-bid’ah dalam agama, sehingga kesucian masa Rasulullah saw pun bisa disampaikan.[31]

Bersambung ke: Mengenal Imam Sajjad (Bagian II)

Catatan Kaki

  1. Thabrisi, I’lam al-wara, hlm. 256; Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Al Abi Thalib, jld. 4, hlm. 175
  2. Syaikh Mufid, al-Irsyad, jld. 2, hlm. 137; Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Al Abi Thalib, jld. 4, hlm. 175
  3. Thabrisi, I’lam al-Wara, hlm. 256; Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Al Abi Thalib, jld. 4, hlm. 175
  4. Arbili, Kasyf al-Ghummah, jld. 2, hlm. 73
  5. Thabrisi, I’lam al-Wara, hlm. 256; Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Al Abi Thalib, jld. 4, hlm. 175
  6. Al-Mufid, al-Irsyad, jld. 2, hlm. 137
  7. Syaikh al-Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha, jld. 2, hlm. 128
  8. Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, jld. 4, hlm. 386; Kusrawi, Mausu’ah Rjal Kutub al-Syi’ah, jld. 3, hlm. 64; Abu Hatim Razi, al-Jarh wa al-Ta’dil, jld. 6, hlm. 178; Daulabi, Al-Kuna wa al-Asma, jld. 1, hlm. 147; Suyuthi, Tabaqat al-Huffazh, hlm. 37; Mazzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 13, hlm. 236.
  9. Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, jld. 4, hlm. 386; Dzahabi, al-‘Ibar, jld. 1, hlm. 83; Mazzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 13, hlm. 236; Ibnu Tughra, al-Nujum al-Zahirah, jld. 1, hlm. 229; Ibnu al-Khallakan, Wafayat al-A’yan, jld. 3, hlm. 266; Ibnu Hajar Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, jld. 7, hlm. 231; Kusrawi, Mausu’ah Rjal Kutub al-Syi’ah, jld. 3, hlm. 64.
  10. Ibnu Khallaqan, Wafayat al-A’yan, jld. 3, hlm. 274; Qalqasyandi, Shubh al-A’sya, jld 1, hlm. 516
  11. Ibnu Sa’d, al-Thabaqat al-Kubra, jld. 5, hlm. 222.
  12. Al-Syabrawi, al-Ithaf bi Hubbi al-Asyraf, hlm. 276.
  13. Al-Mufid, al-Irsyad, jld. 2, hlm. 138; Kulaini, al-Kafi, jld. 1, hlm. 466; Mas’udi, Muruj al-Dzahab, jld. 3, hlm. 160
  14. Amin, A’yan al-Syiah, jld. 1, hlm. 629
  15. Al-Syabrawi, al-Ithaf bi Hubbi al-Asyraf, hlm. 276
  16. Syaikh Abbas Qummi, Muntaha al-Amal, jld. 2, hlm. 1167
  17. Amin, A;yan al-Syiah, jld. 1, hlm. 629
  18. Al-Syabrawi, al-Ithaf bi Hubb al-Asyraf, hlm. 143
  19. Al-Mufid, al-Irsyad, jld. 2, hlm. 138.
  20. Al-Mufid, al-Irsyad, hlm. 380.
  21. Al-Mufid, al-Irsyad, hlm. 155, Beirut: Muassasah Alulbait as li Tahqiqi al-Turats, 1414/1993.
  22. Al-Kafi, jld. 1, hl. 188-189.
  23. Syaikh Mufid, al-Ikhtishsash, hlm. 211; I’lam al-Wara bi A’lam al-Huda, jld. 2, hlm. 181-182
  24. Al-Mufid, al-Irsyad, jld. 2, hlm. 138.
  25. Al-Mufid, Al-Irsyad, hlm. 254; Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 46, hlm. 12.
  26. Al-Mufid, al-Irsyad, jld. 2, hlm. 113.
  27. Thabrisi, I’lam al-Wara, jld. 1, hlm. 469
  28. Syahidi, Zendegani-ye Ali bin al-Husain as, hlm. 51-52.
  29. Syahidi, Zendegani-ye Ali bin al-Husain as, hlm. 56-57.
  30. Syahidi, Zendegani-ye Ali bin al-Husain as, hlm. 58-59.
  31. Syahidi, Zendegani-ye Ali bin al-Husain as, hlm. 75.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Salat Kota Jakarta

© 2024 Syiahpedia. All Rights Reserved.