Syiahpedia
MENU

Nashir Makarim Syirazi (lahir 1305 S) adalah marja’ taklid dan guru besar jenjang ijtihad untuk mata kuliah fikih dan ushul fikih di Hawzah Ilmiah Qom. Ia diikrarkan sebagai salah satu dari tujuh marja’ Taklid yang direkomendasikan oleh Jami’ah al-Mudarrisin Hawzah Ilmiah Qom pada tahun 1373 S.

Dari sejak masa muda, Makarim Syirazi sudah memiliki karya tulis. Hingga tahun 1390 S, ia sudah memiliki hampir seratus karya tulis. Tafsir al-Amtsal adalah salah satu tafsir kontemporer penting yang ditulis oleh sekelompok ulama di bawah pengawasan Makarim Syirazi.

Makarim Syirazi memiliki beberapa fatwa yang jarang ditemukan dalam sejarah Syiah. Antara lain, keharaman merokok dan ketidaknajisan orang kafir secara esensial.

Sekolah-sekolah keagamaan seperti Madrasah Fikih Imam Kazhim as, yayasan-yayasan penelitian seperti Markas Sentral Syiahologi, dan saluran televisi Velayat dimanagemen dan dikelola oleh kantor Makarim Syirazi.

Nashir Makarim Syirazi termasuk ulama yang aktif beraktifitas sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran dan pernah dipenjara serta diasingkan. Ia termasuk salah satu anggota Dewan Ahli Penyusunan Undang-Undang Dasar Iran.

Pada tahun 1393 S, Makarim Syirazi menggelar Konferensi Internasional Gerakan Radikal dan Takfiri dalam Perspektif Ulama Islam di kota suci Qom dalam rangka mereaksi gerakan takfiri ISIS. Para ulama dari delapan puluh negara menghadiri konferensi ini.

Biografi dan Pendidikan

Nashir Makarim Syirazi lahir di kota Syiraz pada tahun 1305 S. Ayahnya adalah seorang saudagar. Ia menamatkan pendidikan SD hingga SMA di kota Syiraz, dan memulai pendidikan agama pada usia empat belas tahun di Madrasah Aqa Baba Khan Syiraz. Pada usia delapan belas tahun (1323 S), Makarim Syirazi masuk Hawzah Ilmiah Qom. Pada tahun 1329 S, ia menimba ilmu di kota Najaf. Akan tetapi, setelah satu tahun mengenyam pendidikan di kota ini, ia kembali ke kota Qom.[1]

Makarim Syirazi pernah mengikuti kuliah Ayatullah Burujerdi, Sayid Muhammad Hujjat Kuhkamarei, dan Sayid Muhammad Muhaqqiq Damad di Qom. Selama berada di Najaf, ia mengikuti kuliah Ayatullah Khu’i dan Sayid Muhsin Hakim. Setelah kembali dari Najaf, ia berhasil memperoleh ijazah ijtihad dari Muhammad Baqir Estahbanati dan Muhammad Husain Kasyiful Ghitha’.[2]

Sayid Muhammad Husain Behesyti dan Imam Musa Shadr termasuk teman diskusi Makarim Syirazi.[3]

Marja’iyyah

Nashir Makarim Syirazi adalah seorang marja’ masyhur di Republik Islam Iran. Ia juga termasuk salah satu dari tujuh fakih yang ditetapkan oleh Jami’ah al-Mudarrisin Qom setelah Ayatullah Araki wafat pada tahun 1373 S.[4]

Akifitas Ilmiah dan Budaya

Dari sejak muda, Makarim Syirazi sudah aktif menulis dan melakukan penelitian. Di samping belajar secara normal, ia juga sangat aktif dan serius di bidang kebudayaan. Aktifitas ini berlangsung padahal jumlah penulis dari kalangan hawzah ilmiah kala itu sangat sedikit.[5] Aktifitas Makarim Syirazi dalam bidang ini adalah sebagai berikut:

Penulis Terpilih untuk Program Ketab-e Sal 1333 S

Pada tahun 1333 S,[6] Makarim Syirazi menulis sebuah buku berjudul Filsufnamaha. Buku ini berhasil terpilih sebagai buku terpilih untuk program Ketab-e Sal.[7] Dengan gaya bahasa novel, ia mengkritisi keyakinan dan ide-ide yang diusung oleh aliran pemikiran marxisme.[8] Sebelum ini, ia juga telah menulis buku Jelveh-ye Haqq sebagai kritikan untuk aliran sufi lantaran propaganda yang digembar-gemborkan oleh para pengikut aliran sufi ini.[9]

Majalah Dars-ha’i az Maktab-e Eslam

Makarim Syirazi menerbitkan majalah ini bersama para santri yang lain pada tahun 1337 S. Ia menulis kolom-kolom utama untuk majalah ini dalam rangka mengkritisi kebijakan-kebijakan Pahlevi kala itu.[10]

Mendirikan Jami’ah al-Mudarrisin Hawzah Ilmiah Qom

Lembaga ini merupakan kelanjutan dari sebuah delegasi yang pernah dibentuk oleh Ayatullah Burujerdi. Tugas utama delegasi ini adalah mengevaluasi, mengontrol, dan mengawal seluruh urusan yang berhubungan dengan Hawzah Ilmiah Qom.[11]

Yayasan dan Markas

Selama menjadi Marja’ Syiah, Makarim Syirazi telah banyak membangun sekolah, madrasah, dan yayasan yang bergerak di aneka ragam bidang pendidikan sebagai berikut:

Madrasah: Madrasah Amirul Mukminin as, Madrasah Imam Hasan Mujtaba as, dan Madrasah Fikih Imam Musa Kazhim as.

Pusat pendidikan dan penelitian: Markas Khusus Syiahologi, Bonyad-e Feqh-e Ahl-e Beit as, Dar al-I’lam li Madrasah Ahl al-Bait as, Yayasan 110 Madrasah, Madrasah Imam Husein as, Madrasah Ilmiah Darul Mubalighin-e Falsafi, dan Kompleks Khatamul Anbiya’ Syiraz,

Media: Saluran televisi Velayat dibentuk pada tahun 1389 S dengan misi menyebarluaskan ajaran Ahlulbait as.[12]Versi Arab saluran televisi ini dilaunching pada tahun 1392 S dengan misi membendung propaganda ajaran takfiri.[13]

Karya Tulis dan Terjemah

Dari sejak masa muda, Nashir Makarim Syirazi telah menulis banyak karya tulis. Seluruh karya tulisnya mencapai hampir seratus judul. Ada juga karya tulis Makarim Syirazi merupakan hasil kolaborasi dengan para ulama dan pemikir yang lain. Karya-karya tulisnya mencakup bidang Alquran, sirah para maksum as, akidah, fikih, akhlak, dan doa.

Tafsir Nemuneh

Buku tafsir ini merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa ulama dan pemikir, seperti Muhammad Reza Asytiyani, Muhammad Ja’far Imami, Mahmud Abdullahi, Muhisn Qara’ati, dan Muhammad Muhammadi Esytehardi. Buku tafsir yang berjumlah 27 jilid ini rampung dalam kurun waktu lima belas tahun. Buku tafsir ini ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana supaya bisa dicerna oleh kalangan masyarakat umum. Di samping mengupas isu-isu sosial, buku tafsir ini juga mencermati tema-tema ilmiah dan saintis.[14] Terjemah Bahasa Indonesia buku ini masih dalam proses penggarapan.

Payam-e Qur’an

Buku ini adalah tafsir tematis Alquran dan berhasil rampung dalam masa delapan tahun dalam delapan jilid. Karya ini juga merupakan kolaborasi dengan para ulama Hawzah Ilmiah Qom.

Payam-e Amirul Mukminin

Buku ini adalah syarah kitab Nahj al-Balaghah. Buku yang ditulis dalam lima belas jilid dan memakan waktu dua puluh tahun ini merupakan kolaborasi dengan para ulama Hawzah Ilmiah Qom.

Akhlaq dar Qur’an

Buku ini merupakan seri kedua dari Payam-e Qur’an (Pesan Alquran) dan mengupas tema-tema etika dalam Alquran.

Mafatih-e Novin

Buku doa ini hampir mirip dengan buku doa Mafatih al-Jinan. Akan tetapi, menurut para penulisnya, buku ini lebih up-to-date dan sangat sesuai dengan keinginan kawula muda.

Ensiklopedia Fikih Komparatif

Buku ini memuat kajian-kajian penting tentang informasi fikih kedua mazhab Syiah dan Ahlusunah. Di samping kajian fikih, buku ini juga dilengkapi dengan sejarah fikih, sumber-sumber fikih, posisi filsafat dalam fikih, dan terminologi fikih.

Anwar al-Faqahah fi Ahkam al-‘Itrah al-Thahirah

Kitab ini merupakan kumpulan kuliah jenjang ijtihad yang pernah diampu oleh Nashir Makarim Syirazi. Kitab dimulai dari kajian tentang khumus dan anfal, lalu diikuti dengan hudud, jual beli, makasib muharramah, dan nikah.

Terjemah Alquran

Terjemah Alquran ini rampung di diterbitkan pada tahun 1373 S. Terjemah ini adalah hasil rangkuman dari terjemah yang telah dipaparkan dalam kitab Tafsir-e Nemuneh dan diformat dengan menggunakan gaya bahasa keseharian masyarakat.

Terjemah dalam Bahasa Lain

Banyak dari karya tulis Makarim Syirazi telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dunia: Arab, Inggris, Urdu, Azerbaijan, Rusia, Prancis, Spanyol, dan Indonesia.

Pemikiran Fikih (Fatwa)

Sebagai seorang fakih dan marja’ taklid, Nashir Makarim Syirazi telah mengeluarkan banyak fatwa dalam bidang fikih. Sebagian fatwa ini jarang ditemukan dalam sejarah fikih Syiah atau bertentangan dengan fatwa masyhur fukaha. Beberapa contoh fatwa tersebut adalah sebagai berikut:

Orang Kafir—secara esensial—Tidak Najis

Menurut fatwa Nashir Makarim Syirazi, orang-orang kafir—secara esensial—tidak najis. Hanya saja, mereka bersikap acuh tak acuh terhadap najis lahiriah. Untuk itu, kita harus berhati-hati dalam berinteraksi dengan mereka.[15]

Haram Menghina Simbol Kultus Ahlusunah

Menurut fatwa Nashir Makarim Syirazi, tidak diperbolehkan kita menghina smbol-simbol yang dikultuskan oleh Ahlusunah.[16]

Boleh Melepas Hijab Ketika Darurat

Menurut fatwa Nashir Makarim Syirazi, apabila seorang wanita muslim berada dalam kondisi yang menyebabkan ia tidak bisa melajutkan jenjang pendidikan tinggi kecuali dengan mengabaikan hijab, ia boleh mengesampingkan hijab sesuai kadar darurat yang diperlukan. Fatwa ini dikeluarkan dalam rangka menjawab pertanyaan tentang kewajiban mahasiswi yang sedang menjalankan studi di negara-negara seperti Turki.[17] Setelah fatwa ini tersebar di media, banyak reaksi yang muncul. Sebagai jawaban, kantor pusat Makarim Syirazi menegaskan bahwa hijab memang termasuk ajaran Islam yang apriori. Sekalipun demikian, hijab bisa ditanggalkan sesuai tuntutan darurat.[18]

Rokok Haram

Fatwa Nashir Makarim Syirazi menegaskan haram merokok dan menggunakan segala jenis rokok yang lain.[19]

Denda Keterlambatan membayar Pinjaman adalah Haram

Menurut fatwa Nashir Makarim Syirazi, tidak diperbolehkan memungut denda lantaran keterlambatan membayar pinjaman. Di samping itu, menunda membayar utang juga tidak diperbolehkan.[20] Dalam fatwa yang lain juga ditegaskan, apabila pemungutan denda ini ditetapkan sebagai peraturan perbankan atas dasar kalkulasi keuntungan uang, denda ini adalah riba dan haram. Akan tetapi, apabila ditetapkan sebagai takzir lantaran terlambat membayar pinjaman, denda ini adalah hak milik baitul mal, bukan bank.[21]

Dalam Kondisi Tertentu, Binatang Kurban Disembelih di Negara Masing-masing, Bukan di Mina

Menurut Nashir Makarim Syirazi, jika orang yang haji tahu bahwa binatang kurban yang disembelih di Mina akan musnah dan sia-sia, ia harus menyisihkan dana kurban ini dan menyembelih binatang kurban pada bulan Dzulhijjah tahun itu di negaranya. Apabila tidak bisa berkurban pada tahun itu juga, ia harus berkurban pada hari tasyriq tahun berikut.[22] Rincian fatwa Makarim Syirazi berikut argumentasinya telah dijelaskan secara terperinci dalam buku Hukm al-Adhhiyah fi ‘Ashrina.[23] Tentu, ketika kita yakin bahwa syarat-syarat kurban di Mina bisa terpenuhi, menyembelih kurban di daerah ini memiliki prioritas.[24]

Kunjungan ke Wikishia

Ayatullah Nashir Makarim Syirazi pernah melakukan kunjungan ke kantor Wikishia. Di hadapan anggota Dewan Penentu Kebijakan Wikishia, ia menegaskan, sikap menentang segala sesuatu yang baru muncul karena terjadi distorsi dalam arti bid’ah. “Terdapat sebuah arti yang membekas dalam benak mereka, dan lantas mengimplementasikan arti ini terhadap segala sesuatu yang baru,” tukas Makarim Syirazi. Bid’ah, menurut penilaiannya, adalah membuat hukum baru, bukan menggunakan sarana baru.[25] Dalam hal ini, Makarim Syirazi menyebutkan sebuah contoh sejarah. Dalam sebuah peperangan, Rasulullah saw mengetahui ada sebuah senjata baru. Beliau memerintahkan supaya senjata itu diproduksi.[26]

Nashir Makarim Syirazi menilai bahwa Wikishia adalah sebuah inovasi yang sangat bagus dan pasti bisa menanamkan banyak pengaruh. “Dengan melakukan propaganda yang viral, seluruh masyarakat harus mengenal bahwa Wikishia bisa menjadi sarana rujukan untuk menuntaskan masalah,” ujarnya.[27]

  1. Biografi Ayatullah Makarim Syirazi, website Jami’ah al-Mudarrisin.
  2. Biografi Ayatullah Makarim Syirazi, website Jami’ah al-Mudarrisin.
  3. Biografi Ayatullah Makarim Syirazi, website Jami’ah al-Mudarrisin.
  4. Akbari, Asyena’i ba Tasyakkulha-ye Ruhani (3) Jame’eh-ye Modarrisin-e Hawzeh-ye Elmiyyeh-ye Qom, hlm. 150.
  5. Pisyva’i, Majalah Dars-ha’i az maktab-e Eslam, hlm. 58.
  6. Makarim Syirazi, Filsufnamaha, 1338 S, hlm. 16.
  7. Makarim Syirazi, Filsufnamaha, 1338 S, hlm. 16.
  8. Makarim Syirazi, Filsufnamaha, 1338 S, hlm. 16.
  9. Arefi, Wawancara dengan Ayatullah Makarim Syirazi, hlm. 11.
  10. Pisyva’i, Majalah Dars-ha’i az maktab-e Eslam, hlm. 58.
  11. Humas Hawzah Ilmiah Qom, Jame’eh-ye Modarrisin, hlm. 18.
  12. Syabakeh-ye Jahani-ye Velayat, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  13. Qanat al-Wilayah al-Fadha’iyyah.
  14. Iraqinejad, Mofasseran-e Mo’aser: Tafsir-e Nemuneh-ye Ayatullah Makarim Syirazi, hlm. 38-39.
  15. ‘Adam-e Nejasat-e Zati-ye Koffar, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  16. Ayatullah Makarim: Tidak Boleh Menghina Ahlusunah, situs berita Tabnak.
  17. Makarim Syirazi, Resaleh-ye Ahkam-e Pezesyki; Ahkam-e Pusyesy, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  18. Penjelasan Tentang Hijab Kaum Wanita yang Melakukan Studi di Luar Negeri.
  19. Hukum Merokok, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  20. Terlambat Membayar Cicilan, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  21. Menerima Denda dan Kerugian Keterlambatan oleh Bank, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  22. Tidak Berkurban karena Yakin Daging Kurban akan Sia-sia, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  23. Qudsi, Hukm al-Adhhiyah fi ‘Ashrina, 1418 H.
  24. Pandangan Nashir Makarim Syirazi tentang Tempat Menyembelih Kurban Haji, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  25. Sarana Modern Harus Dimanfaatkan untuk Menyebarluaskan Ajaran dan Budaya Islam, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  26. Sarana Modern Harus Dimanfaatkan untuk Menyebarluaskan Ajaran dan Budaya Islam, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.
  27. Sarana Modern Harus Dimanfaatkan untuk Menyebarluaskan Ajaran dan Budaya Islam, situs resmi Ayatullah Makarim Syirazi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Salat Kota Jakarta

© 2024 Syiahpedia. All Rights Reserved.